Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 22 Maret 2013

dr H Mawardi MKM

Bangkit dan Besar Dari Pengalaman
 “Dalam ketakzimannya, pohon-pohon berkabar tentang sunyi dan harapan yang terbakar. Namun hujan dan matahari, selalu membasuh mereka agar bertasbih dan membalut penderitaan dengan harapan-harapan baru. Harapan yang akan tetap tumbuh dalam datang dan kepergian, dalam bersama dan kesendirian. Maju, terus maju meraih cita, satu langkah maju, tiga musim, tiga angin.Naik tangga, naik ke langit ke tujuh. Jangan mati sebelum berarti”


Terlepas dari apapunlatar belakang pendidikan, pekerjaan dan status sosialnya, keinginan untuk maju dan terus berusaha menjadi yang terbaik, tentu menjadi harapan semuaorang. Namun, meski untuk satu tujuan yang sama, setiap orang pasti memiliki pola, warna dan skenario yang berbeda-beda dalam setiap proses dan tahapan yang akan dilaluinya. Adayang menyerah sebelum mencoba, ada yang gagal meski telah berusaha sekuat tenaga. Namun, tak sedikit pula yang berhasil melewatinya, hingga mengantarkan mereka menuju puncak kejayaan dan masa-masa emas dalam kehidupannya. “Mati untuk sesuatu yang berarti, lebih baik daripada menyerah atau mati dalam keragu-raguan. Karena untuk meraih sesuatu yang dicita-citakan, proseslah yang akan menentukan segalanya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, dr H Mawardi, MKM kepadaHaluan di kediamannya kemarin. Proses yang dimaksudkan Mawardi, tidak semata berkaitan dengan implementasi dari apa-apa yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam perjuangan meraih asa. Lebih dari itu,ayah duaorang putri ini menjelaskan, bahwa proses yang dimaksud lebih erat kaitannya dengan sikap mental, keteguhan hati dan kesiapan pribadi-pribadi yang akan menjalaninya. “Hanya jiwa yang bijak dan mempunyai keteguhan prinsiplah yang Insya Allah bisa melewati proses itu. Selama kita selalu menjaganiat, konsisten, ikhlas dan menjalani dengan sepenuh hati, InsyaAllah jalan akan dipermudahkan oleh-Nya," kata Mawardi. Mawardi kini, jelas bukan Mawardi dulu, Mawardi yang hidup dalam lingkungan keluargasederhana, pas-pasan dan apa adanya. Dengan hanya mengandalkan penghasilan sang ayah yang bekerja sebagai seorang pegawai golongan rendah kala itu, Mawardi bersama 7 orang saudaranya, harus pasrah dalam menerima dan menjalani suratan hidup yang telah digariskan Sang Pencipta. Perjalanan dan likaliku hidup yang teramat sarat dengan tantangan,bahkan hampir tak pernah lepas dari kehidupan buah hati pasangan Khatib Muncak (alm) dan Nurmah (almh) ini kalaitu. Namun, tak sedikitpun terbetik niat dihatinya untuk mengeluh dan berlarut-larut dalam keadaan. Bagi Mawardi, hidup adalah perjuangan. Dan pengalaman adalah guru yang telah mengajarkannya tentang banyak hal,serta mendidiknya untuk bangkit menjadi lebih besar. “Alhamdulillah, meski hidup dalam kesederhanaan dan tak ada yang berlebih, tapi kami (saya, kakak dan adik-adik), tak pernah mengeluh dengan kondisi itu. Karena orang tua kami, memang tidak pernah mengajarkan seperti itu. Oleh orangtua, kami terus dilatih untuk sabar,ikhlas dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” kataMawardi sembari mengenang sepenggal kisah perjalanan hidup masa lalunya. Suami tercinta Dra Agusnilra, M.Si ini mengakui, kerasnya tempaan dan tantangan hidup yang pernah dilalui dalam sekelumit perjalanan hidupnya, mulai dari masa kanak-kanak menuju remaja, hingga akhirnya tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa, diakui Mawardi telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berhargatentang arti dan maknahidup yang sesungguhnya. Bagi Mawardi, saratnya pengalaman hidup di masa lalu, seperti menjadi mahaguru yang telah memberi dan mengajarkan banyak hal, terutamadalam membentuk karakter dan kepribadian dirinya. Pengalaman itu pulalah yang oleh Mawardi dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi untuk terus menggali dan memaksimalkan segalapotensi yang ada padanya. “Dari remajahingga beranjak dewasa, saya memang telah bertekad untuk dan harus bisa keluar dari kondisi itu. Saya menginginkan keluarga saya bisa lebih baik kehidupannya, bisa lebih naik derajatnya. Alhamdulillah,selama dalam proses perjuangan di masa-masa sulit itu,orang tuajuga terus mengimbanginya dengan bekal pendidikan agama,” kata jebolan IKM FKM Universitas Indonesia itu. Mawardi kini, belum tentu Mawardi nanti. Tapi yang jelas, sosok Mawardi kini adalah seorang “fighter”yang telah berhasil mendulang kemenangan melawan kerasnya perjuangan hidup yang dilaluinya. Pengalaman, telah mengajarkan Mawardi tentang banyak hal. Dan pengalaman pulalah yang akhirnya membuat Mawardi menjadi besar. Ya,Mawardi kini, memang telah membuktikan hasil dari kebulatan tekadnya untuk maju, untuk besar dan bahkan untuk hidupyang bermanfaat bagi sesama. Mawardi yang pernah mengukir prestasi sebagai Dokter Teladan tahun 1995 itu,telah dan akan terus maju meraih cita, menaiki tangga, ke langit ke tujuh dan tak mau mati sebelum berarti.(**)

Tidak Dengan Uang, Bukan Untuk Uang


Nama dan sosok dr H Mawardi MKM, mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Kota Padang Panjang. Selain menduduki posisi "sehat" sebagai Kepala Dinas Kesehatan di kota berjuluk Serambi Mekkah, pria sederhana yang selalu tampil bersahaja ini, juga dikenal luas di berbagai lapisan masyarakat berkat jasa pelayanan kesehatan yang ditawarkan melalui praktek resmi di kediamannya, di Jl H Agus Salim No 50RT 21 Kel. Guguk Malintang Padang Panjang Timur. Oleh sesama rekan kerjadi lingkungan Pemko Padang Panjang, khususnya parastafnya di Dinas Kesehatan, Mawardi dikenal sebagai sosok pemimpin yang rendah hati, pekerja keras, teguh dalam berprinsip, optimis dan disiplin dalam segalahal. Selain dikenal supel dan mudah bergaul,Mawardi juga memiliki sifat humoris, yang selalu melekat dalam kesehariannya. Dibalik segalasifat, karakter dan kepribadiannya, kecekatan dan lekat tangan Mawardi dalam meramu dan mengejawantahkan berbagai program pembangunan bidang kesehatan di Kota Padang Panjang, tentu tak bisa dipisahkan begitu saja. Sederetan prestasi dan keberhasilan pembangunan bidang kesehatan, jelas merupakan buah dari kerjakerasnya sebagai orang nomor satu di Dinas Kesehatan setempat. Makatak heran dan mungkin sangatlah pantas, jika dari kolaborasi antara karakter Mawardi dalam keseharian, kecerdasan dalam memimpin dan mengambil kebijakan, sertaditambah lagi dengan kedekatan emosional dengan berbagai kalangan, membuat pria kelahiran Medan 8 Mei 1963itu, menjadi salah satu figure harapan baru calon pemimpin Kota Padang Panjang lima tahun ke depan. “Setidaknya, ini merupakan salah satu alasan saya untuk ikut ambil bagian dalam Pilkada Kota Padang Panjang 2013 ini. Saya ikut maju dan mencalonkan diri,bukan atas dasar kehendak pribadi. Melainkan menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan perubahan untuk Kota Padang Panjang yang lebih baik,” kata Mawardi. Mawardi, pada dasarnya bukanlah sosok yang mengelu-elukan jabatan dan haus akan kekuasaan. Pengalaman hidup yang telah mengajarkannya tentang banyak hal, membuat pencintaolahraga bulu tangkis ini, tidak serta merta terbuai dan dengan mudah terbujuk iming-iming kekuasaan. Karena bagi Mawardi, jabatan merupakan amanah yang tidak hanya dipertanggungjawabkan di atas dunia saja, tapi juga di akhirat, di hadapan Allah SWT kelak. “Sedikitpun, saya tidak pernah tergoda untuk ikut berlomba-lomba memburu kekuasaan. Namun karena memang ini adalah amanah masyarakat yang menginginkan sayauntuk maju, maka dengan amanah pulasaya terima dan akan memperjuangkan segala yang mereka amanahkan kepada saya. Insya Allah,” pungkas Mawardi. Dengan niat tulus dan dengan dilandaskan keinginan terbesarnya untuk mengabdi dan bersama-sama masyarakat membangun Kota Padang Panjang, Mawardi dengan lantang menyuarakan jika dirinya tidak akan pernah mau terlibat dengan segalatrik politik yang berbau uang. Karena bagi Mawardi, amanah bukanlah komoditi dan dagangan yang diperjualbelikan. “Saya maju dengan niat tulus, dengan dukungan dan dengan amanah yang diberikan masyarakat. Insya Allah, saya tidak akan terlibat dan tidak maju tidak dengan uang dan tidak pula untuk mencari uang,” ujar Mawardi.(**)
Sumber http://hendriarnis.com/

Rating: 4.5
Posting: Padang Kayo
Judul: dr H Mawardi MKM
Comments