Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2013

Pasangan Hendri Arnis - Mawardi Resmi Pimpin Kota Padang Panjang



PADANG PANJANG, SO -- Setelah melalui proses Pilkada yang demokratispasangan terpilih Hendri Arnis dan Mawardi, akhirnya dilantik atas nama Presiden Republik Indonesia oleh Gubernur Irwan Prayitno di Gedung DPRD Kota Padang Panjang,dalam Rapat Paripurna Istimewa, untuk periode 2013-2018, Selasa (1/10).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Muslim Kasim, Forkopinda Sumbar, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Padang Panjang, Para Mantan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang, Bupati dan Walikota seSumatera Barat, tokoh dan para perantau masyarakat Sumatera Barat, Kepala SKPD dilingkungan Pemprov dan Pemko Padang Panjang, Pimpinan Lembaga, Instansi BUMN/BUMD.

Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, rasa terima kasih dan bangga kepada seluruh pihak dan masyarakatKota Padang Panjang yang telah menunjukan kedewasaan berdemokrasi, sehingga pelaksanaan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dapat berjalan lancar dan aman sampai terlaksananya pelantikan hari ini.

Kita lihatdidepan ada dua pasangan yang duduk berdampingan dengan sikap keakraban dan dewasa, untuk kemajuan Kota Padang Panjang. Mulai hari ini Kota Padang Panjang berada pada titik tolak baru dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat secaralebih maksimal dibawah kepemimpinan Kepala Daerah Defenitif.

Selama ini Kota Padang Panjang tidak hanya kota persinggahan dan perdagangan, namum telah menjadi salah satu daerah terbaik dalam penyelenggaraan dan kesehatan bagi warganya. Bahkan Kota Padang Panjang menjadi percontohan di Indonesia, dan banyakpara bupati /walikota menjadi tempat belajar, misalnya sebagai kota sehat, kota anti rokok dengan perda anti rokok. Dan kita berharap kepada Walikota dan Wakil Walikota baru dapatmempertahankannya serta dapat melakukan peningkatan yang lebih baikdari waktu - kewaktu.

Namun perlu kita ingat bahwa pada titik ini Kota Padang Panjang juga berada pada kondisi semakin meningkattuntutan kebutuhan masyarakat, pelayanan publikyang prima serta kondisi ketentraman dan ketertiban yang kondusif, ujarnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, kita memahami bahwa Kota Padang Panjang memiliki wilayah yang relatifkecil dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat. Namun demikian kecil wilayah jangan dianggap sebagai batasan bagi pemerintahan dalam melakukan pembangunan daerah.

Justru dengan wilayah yang kecil memberi peluang dan kemudahan bagi pemerintah daerah untukmemaksimalkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakatserta dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik. Untuk kepada kepala daerah terpilih yang dilantik hari ini, agar merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepatdan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan daerah serta potensi yang dimiliki Kota Padang Panjang.

Pimpinlah Kota Padang Panjang dengan rasa tanggungjawab dan pengabdian yang tulus bagi kemajuan Kota Padang Panjang. Kesuksesan otonomi daerah pada hakekatnya tidaksaja dilihat dari sejauhmana pembangunan dan kemajuan daerah, namun tidakkalah pentingnya sejauhmana nilai-nilai budaya yang menjadi kearifan lokal dapat dijagadan ditransplantasikan ke dalam sistem pemerintahan daerah untuk Kota Padang Panjang yang lebih baikdimasa-masa mendatang.

Kepada mantan walikota dan wakil walikota periode 2008-2013, Syuir Syam dan Erwin yang telah memimpin kemajuan Kota Padang Panjang selama lima tahun terakhir, kita patut memberikan apresiasi dan penghargaan atasketulusan dan pengabdian selama ini, ungkapnya.

Dilaporkan : zarsyah

Sumber : SumbarOnline

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Pasangan Hendri Arnis - Mawardi Resmi Pimpin Kota Padang Panjang
Read More

Sabtu, 03 Agustus 2013

Selasa, 30 Juli 2013

Kamis, 25 Juli 2013

Jumat, 19 Juli 2013

Gugatan Pilkada Didaftarkan ke MK

      Ketidakpuasan empat pa­sa­ngan calon wali kota/wakil wali kota atas perolehan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padangpanjang 4 Juli lalu, berlanjut dengan didaftarkannya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan dilakukan melalui Jon E & Parnert Lawyer ber­sama 20 pengacara, Selasa (16/7) sekitar pukul 14.31 WIB kemarin siang.
      Dua dari empat pasangan yang menggugat bersama, kepada Padang Ekspres me­nyebut gugatan yang didaf­tarkan ke MK berisikan tun­tutan digelarnya pelaksanaan Pilkada ulang. Dalam gugatan tersebut, beberapa temuan dan pelanggaran jelas dilakukan kubu pasangan calon yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang­panjang dan terbukti langsung oleh pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).
        Tidak hanya itu, pasangan nomor urut 2 dan 4 yang ber­bicara melalui selulernya me­ngatakan pihak mereka juga menemukan fakta terjadinya penggelembungan suara yang cukup besar. Selain itu, pe­langgaran penyelenggaran Pilkada oleh pihak KPU juga terbukti tidak melakukan se­bagai mana mestinya. Seperti penanganan surat suara rusak, yang hanya dititipkan di ke­po­lisian dan tidak mendatangkan surat suara pengganti.
       “Gugatan Pilkada ulang adalah target kami bersama. Temuan pelanggaran sudah jelas dan nyata, termasuk oleh pihak Panwaslu sendiri. Na­mun setelah adanya temuan dan bukti pelanggaran dalam penyelenggaraan, ternyata tidak ada tindak lanjutnya hingga penetapan hasil dan kandidat terpilih terus dise­lenggarakan KPU,” ujar ca­wako nomor urut 4, Jon Enardi yang menempati perolehan suara urutan ke empat.
        Sementara cawako nomor urut 2, Sonny Jendriza Idroes menegaskan perlu di­ga­ris­ bawahi, ini bukan persoalan kalah atau menang. Namun lebih jauh adalah bertujuan memberikan gambaran pelak­sanaan demokrasi yang men­didik kepada masyarakat Pa­dangpanjang. Karena itu di­sampaikan Sonny, dalam pe­lak­sanaan Pilkada Pa­dang­panjang 4 Juli lalu tersebut belum ada yang menang dan kalah.
        “Karena penyelenggaran tidak benar dan sarat dengan pelanggaran etika demokrasi, maka hasil yang kini telah ditetapkan KPU belum bisa diterima. Kami mengantongi bukti-bukti sangat kuat dan bahkan didukung salah satu pelanggaran yang disaksikan langsung oleh pihak Pan­was­lu,” ungkap Sonny.

Belum Terima Rilis
         Sementara itu Ketua Ko­misi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangpanjang, Sudir­man mengatakan pihaknya dalam penyelenggaran dalam sepengetahuannya berjalan sesuai aturan. Segala sesuatu tindakan dan kebijakan pe­nyelenggaraan Pilkada, selalu mengacu pada Peraturan KPU (PKPU). Namun beberapa ke­bi­jakan yang tidak tertera dan diatur secara resmi oleh PKPU, dilakukan langkah ra­sionil sesuai kebijakan internal KPU.
        Seperti pengamanan surat suara rusak, di dalam aturan resmi diakui tidak ditemukan peraturan yang jelas. Sehingga untuk mengamankannya, Su­dirman mengatakan pihak KPU sepakat menyerahkan ke instansi berwenang dalam pengamanan, yakni kepolisian. Sementara untuk penggantian kerusakan, KPU tidak me­lakukan mengingat jumlah surat suara yang tersisa di­pastikan melebihi tingkat pe­milih yang datang ke TPS.             “Kami telah mendapatkan informasi gugatan ke MK oleh empat pasangan menyangkut kebijakan penyelenggaran oleh KPU. Namun sampai saat ini, gugatan baru didaftarkan na­mun belum diterima secara resmi oleh pihak MK sehingga kami pun belum menerima rilis gugatan. Apa pun itu, kami selaku penyelenggara siap untuk dipanggil MK,” jawab Sudirman ketika ditemui di ruangannya kemarin.



Sumber : http://padangekspres.co.id

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Gugatan Pilkada Didaftarkan ke MK
Read More

Sabtu, 13 Juli 2013

KPU Padangpanjang Tetapkan Pasangan HAMAS Pemenang Pilkada

Komisi Pilihan Umum Kota Padangpanjang, Sumatera barat menetapkan pasangan Hendri Arnis-Mawardi sebagai calon Wali Kota terpilih pada pemilihan umum kepala daerah pada 4 Juli 2013.
"KPU Kota Padangpanjang menetapkan pasangan Hendri Arnis- Mawardi (HAMAS) sebagai pemenang Pemilukada Kota Padangpanjang periode 2013-2018," kata ketua KPU Kota Padangpanjang pada acara sidang pleno rekapitulasi hasil pemilukada dan penetapan pasangan calon terpilih di Gedung M Safei setempat, Kamis.
Calon terpilih Pasangan HAMAS berhasil mengguli empat pasangan calon Wali kota lainnnya dengan memperoleh suara terbanyak 10.230 atau 43,82 persen dari 23,345 atau 98,17 persen suara sah.
"Hasil itu diperoleh dari 85 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 16 kelurahan yang ada di Kota Padangpanjang," kata Sudirman.
Pada posisi kedua ditempati oleh pasangan Edwin - Eko yang memperoleh suara 8.296 atau 35,54 persen suara yang terdapat di di Kecamatan Padangpanjang Barat dan Padangpanjang Timur.
Posisi ketiga berhasil ditempati oleh pasangan SJI-AS yang memperoleh 2.953 atau 12,65 persen suara yang tersebar di kecamatan Padangpanjang Barat dan Padangpanjang Timur.
Sedangkan tempat ke empat ditempati oleh pasangan Jon Enardi- Yurnalisman Syam yang memperoleh 1.250 atau 5,35 persen suara yang terdapat di Kecamatan Padangpanjang Barat 851 suara dan Padangpanjang Timur 399 suara.
Posisi terakhir ditempati oleh pasangan Yusyafnital - Yuheldi yang hanya memperoleh 616 atau 2,56 persen suara terdapat di dua kecamatan Padangpanjang Barat 385 suara dan Padangpanjang Timur 231 suara.
Menurut Sudirman, kemenangan pasangan HAMAS tersebut merupakan kemenangan masyarakat Kota Padangpanjang. "Kesuksesan Pemilukada tahun ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak termasuk wartawan," sebutnya.
Setelah penetapan calon terpilih itu, KPU Kota Padangpanjang akan menerima laporan atau sanggahan dari calon yang tidak terpilih selama tiga hari kerja.
"Jika tidak ada sanggahan kita akan laporkan hasil Pemilukada ini kepada DPRD Kota Padangpanjang," sebutnya.



 Sumber : http://www.antarasumbar.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: KPU Padangpanjang Tetapkan Pasangan HAMAS Pemenang Pilkada
Read More

Jumat, 05 Juli 2013

Pilkada Padang Panjang Dapati Pemilih Yang Diwakilkan

      Pesta demokrasi, yaitu pemilihan Kepala Daerah untuk Kota Padang Panjang digelar. Pemilihan tersebut telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB, Kemarin (4/7). Meskipun keadaan Pilkada berjalan lancar tanpa ada kekacauan, seperti kebiasaan pemilu, keadaan sempat tidak kondusif. hal tersebut dikarenakan ditemuinya terdapat pemilih dengan formulir C6 yang diwakilkan pada TPS 5 Kelurahan Bukit Surangan, Padang Panjang. Oknum yang melakukan pewakilan hak pilih tersebut diketahui bernama Mellisa.
     Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian tersebut berawal di saat protes yang dikeluarkan oleh warga. karena melihat Mellisa yang maju, sedangkan nama yang disebutkan adalah Devi Olivia. "Karena warga di situ saling mengenal, maka ketahuanlah bahwa Mellisa itu telah mencoba menjadi perwakilan dari Devi Olivia," kata Koordinator Divisi Sosialisasi KPU Padang Panjang, Jafri.
       Akibat kejadian tersebut, Mellisa langsung diamankan oleh pihak KPU ke Panitia Pengawas Pemilu untuk menghindari kejadian yang nantinya tidak diinginkan. "Dari keterangan Mellisa itu, ia datang disuruh ibunya untuk memilih. Untuk mewakili kakaknya yang tidak bisa memakai hak pilih, karena sedang ke luar daerah," tambah Jafri.
       Sedangkan keterangan lebih lanjut tentang oknum tersebut belum diketahui informasi pasti. Namun, menurut peraturan yang ada bagi yang kedapatan mewakili untuk memilih dari formuli C6 tersebut akan dipidana selama 15 hari. Juga dikenakan denda sebesar Rp.100.000. Untuk Pemilu sendiri, telah selesai dilakukan pada pukul 13.00 WIB. Dimana sampai pada saat berita ini diturunkan, tim dari KPU Padang Panjang masih menghitung perolehan suara yang diperoleh masing-masing calon.(*)



Sumber : http://padang-today.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Pilkada Padang Panjang Dapati Pemilih Yang Diwakilkan
Read More

Empat Pasang Calon Minta Pilkada Ulang

    Empat pasang calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang melapor ke Panwaslu Kota Padang Panjang. Ke-4 paslon yang melapor tersebut yaitu, Edwin - Eko Furqani, Yusafnital - Yuheldi, Soni Jendrizal Idrus - Aldia Sastra dan pasangan Jon Enardi - Yurnalisman Syam.
    Dalam laporan tertulis yang diajukan oleh pasangan calon nomor urut tiga, Edwin - Eko Furqani ke Panwaslu Kota Padang Panjang meminta Panwaslu untuk merekomendasikan agar pilkada Padang Panjang diulang. Pasalnya banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran admistrasi yang dibiarkan oleh KPU. Laporan tersebuat juga ditandatangani oleh 3 paslon lainnya.
    Anggota Panwaslu Kota Padang Panjang Ediantes mengatakan, kamarin secara lisan 4 pasangan calon tersebut telah melapor ke Panwaslu, namun Paswaslu tidak dapat menindak lanjuti laporan tersebut karena tidak dalam bentuk laporan tertulis.
   “Maka itu, pagi ini mereka melaporkan secara tertulis pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam pilkada Padang Panjang kali ini. Dan melampirkan bukti-bukti pelanggaran, seperti pemilih yang dapat memilih tanpa memiliki surat undangan memilih” ujarnya.
     Untuk itu, lanjutnya Panwaslu akan menindak lanjuti laporan tersebut dan akan membahasnya dalam rapat pleno siang ini.



 Sumbar : http://padang-today.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Empat Pasang Calon Minta Pilkada Ulang
Read More

Kamis, 04 Juli 2013

Hari Ini, Masyarakat Padangpanjang Memilih Walikota


PADANG PANJANG - Masyarakat Kota Padangpanjang hari ini, Kamis (4/7) memilih walikota dan wakil walikota periode 2013-2018 di 85 TPS yang tersebar di 16 kelurahan.
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di beberapa TPS yang dipantau padangmedia.com sejak pukul 07.00 WIB tadi telah memulai menerima pendaftaran dan pencoblosan pemilih.

Pada pemilukada Kota Padangpanjang hari ini KPU dan jajaran muspida di Kota Padangpanjang pada rapat persiapan Pilkada beberapa waktu lalu menyepakati untuk mengimbau pemilih tidak membawa handphone ke bilik suara.
Ketua KPU Drs. Sudirman mengungkapkan imbauan tersebut bertujuan agar pemilih tidak melakukan pemotretan/ merekam saat melakukan pencoblosan di bilik suara dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang tidak diinginkan.
"Khawatirnya, hasil foto dan rekaman tersebut dimanfaatkan untuk meminta uang kepada kandidat," ungkap Sudirman saat dihubungi.
Ditambahkan Sudirman, secara umum KPU siap melaksanakan Pilkada. Sudirman juga berharap kepada semua pihak dan dan masyarakat pemilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.
Lima calon kepala daerah yang hari ini akan ditentukan nasibnya untuk kepemimpinan Padangpanjang lima tahun ke depan tersebut. Nomor urut 1 Yusyafnital-Yuheldi (PPP-Partai Non Parlemen), nomor urut 2 Sonny Jendrizal Idroes-Aldias Sastra (Demokrat), nomor urut 3 Edwin-Eko (PAN), nomor urut 4 Jon Enardi-Yurnalisman Syam (Gerindra-PDI-P) dan Hendri Arnis-Mawardi Samah (Golkar-PKS-PBB-PKB).



Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Hari Ini, Masyarakat Padangpanjang Memilih Walikota
Read More

KPPS Mulai Melakukan Penghitungan Suara

Kelompok Panitia Pemungutan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Padangpanjang mulai melakukan penghitungan suara.
"Sesuai dengan jadwal, setelah pemungutan suara berakhir pukul 13.00 WIB, maka kita melakukan penghitungan suara," kata Ketua KPPS di TPS 6 Kelurahan Balai-Balai Elvar, Kamis.
Penghitungan suara dilaksanakan pukul 13.30 WIB, sesuai dengan persetujuan dari saksi masing-masing calon wali kota dan Panitia Pengawas Pemilu Lapangan.
Tidak hanya di TPS 6, penghitungan suara yang diberikan oleh masyarakat yang wajib pilih juga dilakukan di TPS 5 Kelurahan Bukit Surungan.
Ketua KPPS di TPS 5 Kelurahan Bukit Surungan Hanafi menyebutkan, sejauh ini pelaksanaan pemungutan suara berlangsung aman, tertib dan lancar.
"Dari logistik Pemilukada, tidak ada kekurangan dan permasalahan yang berarti. Mudah-mudahan kondisi seperti ini bisa berlangsung sampai Pemilukada selesai," kata dia.
Pelaksanaan pemungutan suara Pemilukada Kota Padangpanjang akan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Di TPS 5 Kelurahan Bukit Surungan sendiri terdapat 293 orang pemilih.
Pemilukada Kota Padangpanjang diikuti oleh lima pasangan Calon yakni pasangan Yusafnital - Yuheldi, Soni Jendrizal Idrus - Aldia Sastra, Edwin - Eko Furqani, Jon Enardi - Yurnalisman Syam, Hendri Arnis - Mawardi.



Sumber  :  http://www.antarasumbar.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: KPPS Mulai Melakukan Penghitungan Suara
Read More

Warga Kota Padangpanjang Laksanakan Pilkada

Seluruh warga Kota Padangpanjang yang memiliki hak pilih, Kamis, berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) guna memberikan suaranya memilih pemimpin mereka bagi masa depan daerah itu lima tahun kedepan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Padangpanjang Sudirman, di Padangpanjang, Kamis, mengatakan, masyarakat kota berjuluk "Serambi Mekkah" tersebut bisa memberikan hak suara dengan cara mencoblos sesuai dengan TPS masing-masing mulai jam 07.30 WIB.
"KPU telah menetapkan 85 TPS yang tersebar di 16 kelurahan yang bisa digunakan masyarakat dalam memberikan hak suaranya sebagai warga negara yang baik," kata Sudirman.
Dia menyebutkan, pelaksanaan pencoblosan dalam masyarakat memberikan hak suaranya akan berlangsung hingga sampai 13.00 WIB.
"Pergunakanlah hak pilih kita dengan baik, semoga bisa memberikan motivasi bagi calon Wali kota dalam membanguna Padangpanjang kedepannya," pinta dia.
Pemilihan Umum Kepala Daerah pada 4 Juli ini diikuti oleh lima pasangan calon wali kota yang diusung oleh berbagai Partai Politik peserta Pemilu, yakni Yusyafnita - Yuheldi sebagai pendaftar pertama yang diusung PPP dan 11 partai kecil non parlemen.
Sony Jendrizal Idroes - Aldiasastra diusung partai Demokrat, pasangan dari PAN Edwin - Eko Furqani, Jon Enardi-Yurnalisman Syam yang diusung kolaisi Gerindra-PDI-P (GPIR).
Dan Hendri Arnis - Mawardi Samah yang diusung partai Golkar, PKB,PBB dan PKS.
Kelima pasangan calon Wali kota tersebut sebelum hari H pencoblosan mendapatkan kesempatan untuk berkampanye selama 14 hari dari 17 sampai 30 Juni.
"Masing-masing pasangan calon mendapatkan empat hari berkampanye, dua kali di lapangan terbuka dan dua kali di gendung tertutup," sebut Sudirman.
Pantauan di sejumlah TPS, warga yang memiliki hak suara sudah mulai antre sejak pukul 8.00 WIB, seperti TPS 5 kelurahan Bukit Surugan, TPS 6 kelurahan balai, dan TPS 3 kelurahan Tanah Hitam.
Kondisi di sejumlah TPS tidak mengalami kendala, baik itu dari logistik dan keamanan selama pemungutan suara berlangsung.


Sumber :  http://www.antarasumbar.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Warga Kota Padangpanjang Laksanakan Pilkada
Read More

Rabu, 03 Juli 2013

KPU Mulai Distribusikan Logistik

      PADANGPANJANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangpanjang mulai hari ini, Selasa (2/7) mendistribusikan logistik untuk kebutuhan Pemilukada yang akan dilaksanakan pada 4 Juli mendatang.
      Ketua KPU Kota Padangpanjang, Drs. Sudirman mengungkapkan, untuk kertas suara yang didistribusikan, jumlah keseluruhannya sebanyak DPT, yaitu 34.602. Ditambah cadangan 2,5 persen dari jumlah DPT dengan jumlah total keseluruhan sebanyak 35.467 buah.
     Dari kertas suara yang di terima KPU, sejumlah kertas suara mengalami kerusakan. Namun, semuanya sudah diganti sesuai prosedur dengan pengamanan dari pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya.
     “Ada sejumlah kertas suara yang mengalami kerusakan, namun semua sudah diganti dengan yang baru sesuai prosedur. Hari ini, baik kertas suara dan kebutuhan logistik lainnya sudah didistribusikan ke kelurahan,” jelas Sudirman ketika dihubungi padangmedia.com di sekretariat KPU.
      Ditambahkan Sudirman, semua logistik yang disimpan di kelurahan akan didistribusikan lagi ke masing-masing TPS. Namun, jika KPPS merasa logistik merasa tidak aman dalam penyimpanan logistik, bisa kembali disimpan di kelurahan.
      Sementara itu, di tempat terpisah, petugas KPPS yang tersebar di 83 TPS sudah mulai menyebarkan formulir C6 kepada calon pemilih yang akan menyalurkan suaranya untuk pemilihan kepala daerah Kamis (4/7) mendatang. Pada Pemilukada kali ini, KPU hanya menerbitkan formulir c6 bagi pemilih sebagai alat bukti pemilih yang berlaku saat pemilihan pada hari kamis tersebut.




Sumber : http://www.padangmedia.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: KPU Mulai Distribusikan Logistik
Read More

Tahapan Pemilukada Padangpanjang Masuki Masa Tenang

Tahapan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Padangpanjang, Sumatera Barat periode 2013-2018 memasuki masa tenang setelah masa kampanye habis per 30 Juni 2013.
"Masa tenang mulai 1 sampai hari H pencoblosan pada 4 Juli," kata Ketua KPU Kota Padangpanjang Sudirman, Senin.
Menurut dia, masa tenang itu diberikan untuk membersihkan daerah itu dari alat peraga kampanye lima pasangan Calon Wali Kota Padangpanjang tersebar di sejumlah lokasi umum strategis.
"Selain itu juga memberikan ketenangan bagi masyarakat setelah 14 hari lamanya masa kampanye dari lima pasangan calon wali Kota itu," kata dia.
Dia mengatakan, pada masa tenang itu, KPU Kota Padangpanjang juga akan melakukan pendistribusian logistik Pemilukada keseluruh kelurahan yang ada di daerah itu.
Untuk logistik, kita akan distribusikan selama dua hari mulai 2 sampai 3 Juli ke setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di kelurahan. Sedangkan formulir C6 pengganti kartu pemilih hari ini sudah disitribusikan," sebutnya.
Menurut dia, pendistribusian logistik pada H-3 itu sesuai dengan jarak tempuh dari KPu ke masing-masing PPS yang tersebar di 16 kelurahan yang ada di Kota Padangpanjang.
"Jarak tempuh dari KPU ke masing-masing PPS tidak begitu jauh, sehingga pendistribusian logistik Pemilukada beberapa hari menjelang hari pencoblosan," katanya.
Pendistribusian tiga hari menjelang hari pencoblosan itu juga untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sebelum pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung.
"Kita bisa saja mendistribusikan lebih awal, namun jika terlalu lama logistik berada di PPS, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kendati pihak keamanan selalu ada dilokasi PPS tersebut," jelasnya.
Dalam mendistribusikan logistik nantinya, pihak KPU akan melakukan tindakan preventif dengan selalau diawasi oleh pihak keamanan.
"Sedangkan untuk mobilisasi kita akan mempergunakan beberapa truk nantinya," sebut dia.


Sumber : http://www.antarasumbar.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Tahapan Pemilukada Padangpanjang Masuki Masa Tenang
Read More

Panwaslu Padangpanjang Tertibkan Alat Peraga Kampanye

    Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, bersama instansi terkait menertibkan alat peraga kampanye Calon Wali Kota setempat karena sudah memasuki masa tenang sebelum hari H pencoblosan Pemilukada periode 2013-2018.
    "Alat peraga kampanye dari setiap pasangan calon Wali Kota di seluruh penjuru Kota Padangpanjang ini harus ditertibkan, karena sudah memasuki masa tenang menjelanghari H pencoblosan 4 Juli 2013," kata ketua Panwaslu Kota Padangpanjang, Agus Salim, Senin.
    Dia mengatakan, penertiban itu juga untuk memberikan kenyamanan warga dan pengunjung dari baliho, spanduk dan berbagai jenis alat peraga kampanye.
      Alat peraga kampanye itu juga ada yang tidak ditertibkan sesuai dengan lokasi yang diperbolehkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Padangpanjang.
      "Alat peraga kampanye seperti baliho dan lainnya hanya boleh di tiga lokasi posko pemenangan masing-masing calon Wali Kota seperti, di dua kecamatan yang ada dan di tingkat Kota," kata dia.
       Panwaslu Kota Padangpanjang menertibkan baliho terdiri dari dua tim Padangpanjang Barat dan Timur. "Anggotanya dari pihak kepolisian, Satpol PP, Kesbangpol dan Dinas Pendapatan Daerah serta Panwaslu sendiri,'''' sebutnya.
       Penertiban alat peraga kampanye itu kata dia, akan berlangsung dua hari kedepan, mengingat jarak tempuh yang tidak begitu jauh. Penertiban juga sesuai dengan lamanya masa tenang yang ditetapkan oleh KPU Kota Padangpanjang setelah masa kampanye 14 hari dari 17 - 30 Juni.
       Selain menertibkan baliho, Panwaslu Kota Padangpanjang juga akan melakukan pengawasan pada hari H pencoblosan. "Mudah-mudahan Pemilukada tahun ini bisa berjalan lancar berkualitas dan bebas dari segala bentuk kecurangan baik yang dilakukan masyarakat, maupun partai politik pengusung Calon," sebut dia.




Sumber :http://www.antarasumbar.com

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Panwaslu Padangpanjang Tertibkan Alat Peraga Kampanye
Read More

Panwaslu Padangpanjang Temukan Pelanggaran Kampanye

Panitia Pengawas Pemilu Kota Padangpanjang, Sumatera Barat menemukan pelanggaran tindak pidana umum yang dilakukan salah satu dari lima pasangan calon wali kota periode 2013-2018 selama masa kampanye berlangsung pada 17-30 Juni.
"Ada salah satu pasangan calon yang melanggar dan termasuk tindak pidana umum dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan kampanye," kata divisi Hukum dan Penindakan pelanggaran pada Panwaslu Kota Padangpanjang Darmaizetti, Senin.
Dia menyebutkan, pelanggaran tersebut tidak dari laporan masyarakat, namun temuan dari Panwaslu Kota Padangpanjang.
"Mekanismenya kita (Panwaslu Kota Padangpanjang) berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Kasus tersebut kata dia, sedang dikaji oleh Panwaslu Kota Padangpanjang, sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kasus itu paling lambat 14 hari sudah harus dilanjutkan, namun sampai saat ini kita masih mengkaji dari temuan itu, karena masih seminggu sejak ditemukan," katanya.
Dia mengatakan, indikasi dari temuan pelanggaran pada masa kampanye dari lima pasangan Calon Wali Kota cukup banyak seperti, money politic dan lainnya.
"Kita tidak bisa memproses indikasi pelanggaran itu, karena unsur pelanggaran itu sendiri tidak lengkap seperti pelapor," katanya.
Dia juga meminta pro aktif masyarakat untuk melaporkan setiap indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh setiap pasangan Calon kepala daerah sampai hari H pencoblosan 4 Juli 2013.
"Mari kita selamatkan Pemilukada Padangpanjang ini dengan ikut berperan aktif menjaga keamanan, profesionalitas serta kepedulian," pintanya.


Sumber : http://www.antarasumbar.com


Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Panwaslu Padangpanjang Temukan Pelanggaran Kampanye
Read More

Dua Kandidat Diprediksi ke Putaran Dua


Padangpanjang,Padek—Masa tahapankampanye PemilihanKepala Daerah(Pilkada)Kota Padangpanjangperiode kepemimpinan 2013-2018, berakhir pasca diselenggarakannya debat kandidat ke dua diGedung M Syafei, Minggu(30/6)hingga pukul 15.00 WIB kemarin. SerangkaiantahapanPilkada yang dijadwalkanKomisiPemilihanUmum (KPU) Kota Padangpanjangselakupenyelenggara, telah dilalui5pasangan calonwalikota/wakil walikota. Mulaidari blusukanke berbagaisudut kota, debat kandidat pertama, kampanye hingga sesi debat kandidat kedua, telahmemberikaninput kepada masyarakat untuk menetapkanpilhan hati. Berakhirnya tahapankampanye pasca debat kandidat ke dua, sudut pandangmasyarakat dalam menilai kelayakancalonpemimpinkota berhawa sejuk itumulaimengerucut.Banyak kalangan melihat perhelatandemokrasimenuju BA 1N ini, bakal terjadidua putaran pemilihan. Sepertipandangan tokohmasyarakat danpolitisiNasDem, Masri Edwarjuga melihat persaingansengit dua kubu kandidat akan menjadikanPilkada Padangpanjangmenjadidua putaran.Menyikapi itu, Masrimemaklumifakta tersebut karena beberapa alasan cukup kuat yangmengubah mainset masyarakat. "Secara pribadisaya melihat, ke semua kandidat memilikivisi-misiyangbagus untuk kemajuanPadangpanjang. Akantetapimasyarakat sekarang yang telah memilikipemikiran rasionil, juga melihat ada fakta lain dimasing-masing kandidat yangdianggaplebih mampu memberikankebijakansecara cepat dantepat untuk kemajuankota," tuturMasrikepada Padang Ekspres. Dalam pandangannya sendiri, fakta tersebut diantaranya adalahpengalaman yang tidak terkontaminasiperkembanganPadangpanjangselama ini. Sehingga visi-misipro rakyat yang telah diprogramkanpada masa kepemimpinanjika terpilih, diyakini dapat terealisasi karena tidak terbebani permasalahaninternal Padangpanjang. Pengerucutanminat pemilih, yangbelakanganini mengarahpada dua kandidat muda diakui sangat beralasan. Selainkarena berpengalamanyangdilakonidi kota lain, ke dua figur muda cawakomerupakan tokoh interlineyangmemiliki kedekatan emosionaldenganKota Padangpanjang. "PerubahanPadangpanjang tidak bisa terselesaikanjika mengabaikandaerah interline. Elaktabilitas dua kandidat yangbelakanganterus menanjak naik, saya pikirmungkin karena faktordi atas. Namun demikian untuk pribadi masing-masing, termasuk saya, tentutetap menjadirahasia,"paparnya. Sementara debat kandidat yang menghadirkanSukri Iska dari MUITanahdatardan Eka Fidia Putra sebagai pakar sosiologiUnand. Sepertidebat kandidat pertama, cawako/cawawako nomorurut 4kembali bertubi-tubi menerima pertanyaandaricalon lainkarena nomor lot yang dicabut selalunomor 4.(wrd)
Sumber: PadangEkspres

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Dua Kandidat Diprediksi ke Putaran Dua
Read More

Alat Perekam Dilarang Masuk Bilik Suara


PADANGPANJANG,METRO-Di masa tenang, jelangpencoblosanpada 4Juli nanti, KPU Padangpanjang, mulai mendistribusikanlogistikpemilukepala daerah(Pilkada)ke-6 kelurahan yang ada di kota berjuluk Serambi Mekahitu. Pada Selasa (2/7)ini, mulai dikirimkansurat dankotak suara.Pendistribusian melibatkan petugaskeamanandari kepolisian. ”KalauformulirC6(undangan memilih, red), sudahdidistribusikanke masing-masingPPK dan PPS, untukdisebarkankepada pemilihyangtelahterdata dalam daftarpemilihtetap(DPT),” terang Ketua KPUKota Padangpanjang, Sudirman, Senin(1/7). Pemilihyangtercatat dalam DPT di Pilkada Padangpanjang, sebanyak 36.042. Surat suara dicetak sebanyak jumlah pemilih itudengancadangan sebesar2,5persen.”Bagi pemilih yang memenuhi syarat tapitidakmendapatkanformulirC6, bisa datangke TPS dengan menunjukkanKTP atau Kartu Keluarga (KK). Nantinya, mereka bisa mendapatkanhak untuk menggunakan suaranya,”tegas Sudirman. Untuk Pemilihyangberada di Lembaga Pemasyarakatan, KPUjuga menyediakanTPS khusus. Tetapi, untuk pasienyangsedangmenjalani perawatan dirumah sakit, jika dibutuhkan, petugas pemungutan suara akan mendatangi mereka, denganpengawasandari pihak Panwaslu. ”Dari hasilrapat dengan pihak penyelenggara pilkada dan pihak keamanan, kepada pemilih diimbauagar tidak membawa alat perekam ke dalam bilik suara.Walaupun tidak sanksiyang memberatkan, tetapikita juga menginstruksikan kepada Petugas Linmas yang berada di TPS, untuk mengawasipemilihyangmembawa alat perekam ke dalam bilik suara,”sebutnya sembari menyebut, pada waktu pencoblosan itumerupakanhari liburkerja untuk seluruh instansi pemerintahan. Buka AtributKampanye Pascaberakhirnya tahapan masa kampanye, para kubupasangancalon walikota/wakilwali kota Padangpanjang, mulai membuka alat peraga kampanye. Pencopotan ini harus tuntas hingga pukul 00.00 WIB diniharikemarin. Yangpertama menurunkanmedia kampanye itu yaknipasanganSonny Jendriza Idroes-Aldias Sastra (SJI-AS). Alat peraga berupa balihodan balon-balonudara raksasa milik pasangan inilangsung diturunkan, seperti yang dilakukanAldias Sastra, menurunkanbalonudara yang terpasang di Simpang Lubuk, KelurahanEkorlubuk, beberapa jam usai mengikuti debat kandidat. ”Karena urusankampanye sudahberakhir danwaktu kita nyantai setelahdebat kandidat kemarin, maka taksalah kan kami langsungmengerjakankewajiban(menurunkanperaga kampanye-red) ini,” jelasnya. (cr19)
sumber :PosmetroPadang

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Alat Perekam Dilarang Masuk Bilik Suara
Read More

SURAT TERBUKA UNTUK CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PADANG PANJANG 2013 – 2018


Salam Hormat untuk anda semua, putra-putra terbaik yang dilahirkan daerah ini !
Bapak-bapak yang terhormat, besok tanggal 4 Juli 2013 segera datang. Hari itu adalah hari penentuan apakah rakyat Padang Panjang mempercayai anda sebagai pemimpIn mereka. Pemimpin tempat mereka mengadu, berkeluh kesah, tempat mereka menggantung harap dan asa. Saya tahu, jauh-jauh hari anda sudah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi hari pemilihan itu. Sudah begitu banyak biaya yang anda habiskan, begitu banyak waktu bersama keluarga dan orang tercinta yang anda korbankan, begitu banyak keringat yang anda teteskan dalam rentang waktu tersebut, begitu letih otak anda merumuskan ide dan program untuk meyakinkan khalayak ramai kalau anda pantas memimpin mereka, dan sudah begitu banyak sabar yang anda tumbuhkan ketika orang-orang berprasangka negatif dan berkata yang tidak pantas tentang anda. Saya salut, anda orang-orang hebat yang berani menjatuhkan pilihan untuk dipilih memimpin ribuan orang (sebuah pilihan yang ulama-ulama salaf dulu sangat menghindarinya karena begitu berat konsekwensi dunia dan akhiratnya).
Anda tentunya sangat paham Bapak-bapak ketika keinginan anda untuk maju sebagai calon pemimpin dilandasi niat yang tulus untuk membangun Padang panjang dan mensejahterakan warganya. Dan kemudian anda diberi kepercayaan itu dan menjalankan kepemimpinan dengan adil dan mengedepankan kemanusiaan maka tidak ada ganjaran yang lebih pantas bagi anda selain surganya Allah nanti. Namun, jika niat anda tidak lurus, hanya berharap motivasi keduniaan semata. Ingin merasakan nikmatnya kekuasaan dengan segala privilegenya, ingin meraup kesejahteraan semata atau sekedar mengangkat nama pribadi dan keluarga maka sesungguhnya anda sangat salah pak. Mungkin saja dengan niat tersebut anda masih terpilih, namun jangan salah anda sedang menuju kecelakaan yang besar. Anda sedang terjerumus dan warga Padang Panjang sedang di uji.
Apapun niat anda itu, urusan anda dengan Sang Khaliq. Saya sebagai warga Padang Panjang tentunya berharap yang ditakdirkan jadi pemimpin itu orang yang punya niat yang tulus. Saya yakin sampai detik ini dalam setiap shalat anda, dipenghujung malam sebagai penyempurna tahajud, dan setiap kesempatan yang ada untuk bermunajat kepadaNya. Anda selalu menompang harap pada Ilahi untuk diberi kesempatan memimpin Padang Panjang ini. Sebagaimana anda berharap mendapat kesempatan itu, kami sebagai warga Padang Panjang pun sama-sama berdo’a menitip asa untuk mendapat pemimpin yang baik, pemimpin yang jujur, pemimpin yang punya intergritas dan moralitas yang terpuji, pemimpin yang berani menegakan kebenaran di Serambi Mekah ini, pemimpin yang senantiasa mendahulukan kepentingan rakyatnya, pemimpin yang bisa mencarikan solusi bagi permasalahan kami, dan pemimpin yang membuat kami bangga sebagai rakyatnya. Alangkah indahnya jika dalam do’a, anda juga bermohon kehadiran anda sebagai jawaban dari do’a-do’a ribuan warga Padang Panjang itu. Dan ketika Tuhan sudah menetapkan keputusanNya bagi padang panjang melalui pilihan yang diambil warganya, maka anda terpilih betul-betul sebagai jawaban do’a dan bukan sebagai ujian apalagi musibah bagi kota kita ini.
“Vox Populi Vox Dei” pastilah bukan sebuah adagium biasa. Tangan Tuhan akan menghadiahkan Pemimpin yang baik jika mayoritas rakyatnya menginginkan itu, Dan tangan Tuhan akan memberi pemimpin yang buruk jika rakyat tidak peduli !. Namun saya percaya warga Padang Panjang sangat peduli dan sangat menginginkan kebaikan bersama. Di penghujung waktu menanti saat penentuan ini. Alangkah lebih baiknya jika anda semua kembali meluruskan niat untuk maju sebagai Walikota dan wakil Walikota Padang Panjang ini sehingga ketika nanti Suara Tuhan yang berwujud pilihan rakyat itu mengarah pada Anda, maka anda adalah orang yang tepat untuk memenuhi pinta dan harap warga Padang Panjang ini.
Bapak-bapak yang terhormat...! Siapapun diantara anda yang terpilih nanti, Niat dan motivasi andalah yang akan mewarnai kepemimpinan anda nanti. Kami semua yakin anda semua cerdas, terdidik. Semua itu tergambar dari komunikasi yang anda sampaikan serta program-program yang anda usung. Kami mohon, jujurlah dengan hati anda, yakinkan hati anda bahwa janji-janji dan program yang anda tawarkan adalah betul-betul janji yang akan ditunaikan dan program yang akan dijalankan. Dan tak sebersitpun terlintas dihati anda untuk menjadikannya sebagai cuma sebagai kedok untuk mendapat simpati.
Kalau anda terpilih nanti, Tuhan akan membekali anda dengan sebuah pedang bernama kekuasaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah sebuah kenikmatan yang besar dari kacamata manusiawi karena begitu banyak kenikmatan lain yang mengikutinya. Dengan kekuasaan anda begitu disanjung, dihormati, dibutuhkan, ditakuti, disegani. Mendapat kemudahan dalam banyak perkara serta berbagai macam hak ‘privilege’ lainnya. Namun seorang pemegang pedang kekuasaan yang baik, tentu tidak ingin memegang pedang itu hanya untuk label kenikmatan dan keistimewaan itu semata. Dia pasti ingin mengunakan kekuasaan yang pegangnya untuk membangun kemanuasiaan dan membela nilai-nilai kebaikan dan moralitas. Sedangkan jika kekuasaan dipegang orang yang salah kebanyakan kekuasaan itu digunakan untuk kemegahan dirinya dan menghancurkan kemanusiaan disekelilingnya serta merusak tatanan nilai yang ada.
Siapapun anda yang terpilih nantinya sebagai Walikota Padang Panjang, sungguh kami berharap anda akan membawa kota ini menuju kejayaan. Kalau anda menoleh ke catatan sejarah dimasa lampau, anda pasti termotivasi untuk melakukan itu. Kota kita ini memang kecil pak, tapi sejarahnya sangat panjang, namanya pernah sangat harum. Di kota ini pernah lahir dan besar orang-orang hebat di negeri ini. Buya Hamka bertahun-tahun menginjak bumi dan menghirup udara Padang Panjang ini beberapa puluh tahun silam. Di balut hawa kota yang sejuk dikelilingi orang Padang Panjang yang egaliter, cerdas dan terbuka dengan pembaharuan, Buya Hamka tertempa dengan baik diawal masa mudanya sebagai persiapan menjadi orang besar yang kita kenal sekarang. Padang Panjang tidak cuma menempa Hamka, kota ini juga melahirkan wanita cerdas yang bermental baja, pejuang pendidikan kaum hawa di Jembatan Besi sana, serta banyak manusia hebat lainnya.
Kenapa kota kita ditempatkan di tempat yang strategis ini pak ? kenapa orang Padang Panjang itu egaliter, terbuka pada pembaharuan dan sangat terdidik ?, kenapa iklim kita sangat sejuk, Kenapa kita punya alam yang indah, budaya dan tradisi yang beragam, seonggok bukit yang isinya kapur semua dan berpuluh pertanyaan lainnya yang mengarah pada kelebihan dan potensi kita. Jawabnya, mungkin saja Tuhan ingin menjadikan kota ini kota yang hebat nantinya, orang-orangnya juga menjadi lebih hebat. Kota yang strategis gampang diakses, orang berpendidikan gampang diajak kerjasama untuk maju, Iklim yang sejuk membuat kita betah belajar membuka wawasan. Alam, tradisi dan budaya yang beragam, bukit kapur yang besar adalah modal untuk kesejahteraan warga. Semua itu akan sempurna jika ada pemimpin yang cerdas, berintegritas, jujur, pekerja keras, mampu merangkul seluruh kekuatan untuk kebaikan bersama.
Bapak-Bapak yang Terhormat.....! Pada Debat kandidat yang lalu, ada satu kesimpulan yang membenam dibenak kami, bahwasanya Pergerakan kemajuan Padang Panjang ini lamban, kalau tidak ingin dikatakan stagnan ! Apa yang salah sebenarnya. Kota ini sangat kecil, pasti tidak terlalu susah mengawasinya. Anggaran kita juga lebih dari cukup, Aparat birokrasinya juga di isi oleh kaum intelektual yang kompeten. Masyarakat kita cendrung homogen dan sangat terdidik. Ikatan sosial kita juga masih sangat kuat, nilai-nilai agama, adat, dan moralitas juga relatif masih terjaga baik. Seharusnya sudah sejak lama Padang Panjang bisa menjadi Pilot Project untuk berbagai bentuk pembangunan dan kemajuan. Tapi kenapa kita baru sampai dititik ini ?
Saya berpikir, Bapak-bapak semua, siapapun yang terpilih nanti baik incumbent atau bukan adalah orang-orang yang hebat dan berkompeten untuk melakukan perubahan itu. Mohon maaf..disini mungkin saya tak ubahnya seperti seorang penonton bola yang merasa lebih hebat dari pemain. Namun saya akui itu hanya semacam halusinasi, sebenarnya tak banyak yang bisa dan mampu saya perbuat, tidak seperti Bapak-bapak semua. Namun halusinasi saya mungkin halusinasi positif yang terdorong oleh suatu keinginan untuk melihat Kota padang panjang menjadi lebih baik kedepan. Kalau Anda berkenan, kepada siapapun yang terpilih nanti saya cuma berharap :
1. Mulailah menerapkan gaya kepemimpinan yang pro rakyat. Orang mengatakan gaya kepemimpinan Jokowi, Ahok, Tri Rismaharini, Syahrul Yasin Limpo dan beberapa kepala daerah hebat lainya adalah gaya kepemimpinan yang jadi ‘trend” dan di idam-idamkan rakyat saat ini. Gaya kepemimpinan out of box, cair, lugas, tegas, efektif, membaur dengan rakyat, langsung action ke solusi masalah tanpa berbelit-belit dan membuat kebijakan yang memihak masyarakat yang telah menjadi “trademark” mereka pastinya bisa diadopsi oleh pemimpin manapun.
2. Segeralah melakukan terobosan-terob osan yang berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Program anda kalau memang masuk akal segeralah dieksekusi atau dia akan menjadi sebuah hutang yang tak akan pernah terbayar. Mohon, lakukanlah perubahan-perubahan mendasar untuk perbaikan kita bersama. Bagi incumbent mungkin berat melakukan perubahan-perubahan tersebut karena bertahun-tahun berada dalam sistim yang dipimpinnya dan merasa apa yang dilakukan sudah benar pada jalurnya. Maka akan bijaksana jika bapak incumbent lebih banyak berdialog baik dalam sistim atau luar sistem untuk mendapat gambaran aspek yang perlu diperbaiki. Selama ini mungkin kita merasa benar mengedepankan prestise ketimbang prestasi. Kita bangga dapat Award Tata Wahana Nugraha padahal transportasi kita masih amburadul jauh dari kesan tertib. Kita senang dapat Piala Adipura padahal wajah kota kita secara keseluruhan masih kotor ,semrawut dan acak-acakan. Kita begitu pongah tepuk dada ketika menjadi juara pada Pekan Olahraga Daerah padahal kita menggunakan atlit instan dari luar daerah, dan bukannya membina atlit kita sejak dini. Kita bangga menerapkan aturan pelarangan iklan rokok sehingga kita dipuja puji disana sini, padahal tak ada bukti signifikan adanya penurunan angka jumlah perokok di kota ini atas penerapan aturan itu, yang ada justru terbuangnya peluang ekonomi dan kesempatan hiburan masyarakat. Kami paham, Bapak incumbent tidak sepenuhnya punya andil untuk semua itu karena anda bukan pemegang puncak kekuasaan. Dan saya, berbaik sangka anda pasti punya visi dan misi perubahan juga ke arah yang lebih baik. Anda pasti juga ingin meninggalkan warna dan catatan kepemimpinan yang baik nantinya jika tepilih. Kepada yang bukan incumbent anda tentunya tidak punya beban dan memiliki langkah lebih ringan untuk mengusung perubahan nantinya.
3. Kami mohon kelola lah APBD dengan bijaksana demi kepentingan bersama. Kami tahu anggaran disusun atas persetujuan dan ‘kompromi-kompromi’ dengan legislatif. Namun kami menitip amanat (walaupun kami sudah mewakilkan pada wakil kami yang legislatif itu), sebisa mungkin anggaran itu disusun betul-betul akan terpakai untuk sesuatu yang bermanfaat nantinya. Kalau ada alokasi pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat tolong diawasi agar betul-betul tepat sasaran dan punya nilai manfaat. Kami tahu birokrasi butuh biaya untuk jalannya roda pemerintahan. Kami mendengar biaya pegawai itu sangat tinggi, menyedot lebih dari setengah APBD. Kami tidak akan mengutak atik dan mempersoalkan gaji dan tunjangan termasuk tunjada mereka. Namun untuk biaya pegawai lainnya mohonlah dilakukan efisiensi. Kalau bisa mendapat yang dinginkan melalui media komunikasi kenapa harus dilakukan perjalanan dinas, kalau bisa dilakukan 5 orang kenapa harus pergi 10 orang, kalau bisa selesai 3 hari kenapa harus pergi 1 minggu. Kalau banyak biaya di efisienkan, tentunya banyak program yang bisa dilakukan. Seharusnya kita tidak melestarikan anggapan umum masyarakat pada musrenbang “di usulkan 10 mudah-mudah-mudahan 3 atau 4 bisa disetujui”. Seharusnya diusulkan masyarakat 10 bisa terealisasi semuanya. Karena apa yang diusulkan masyarakat pada musrenbang apalagi ditingkat kelurahan beeul-betul yang menjadi kebutuhan mereka. Tidak muluk-muluk dan latah minta sesuatu yang mereka tak pantas menerimanya.
4. Kami mohon juga lakukanlah reformasi birokrasi tersebut, baik dari sisi aparatur maupun pelayanan. Kami tahu PNS itu orang hebat namun mereka “dimanjakan atau dikelola secara tidak tepat” dalam sistim yang membuat sebagian mereka tumpul, tidak produktif . Fasilitas dan pemanjaan yang bertubi-tubi membuat mereka kurang berempati dengan masyarakat yang seharusnya dilayaninya (Walaupun pada sisi yang lain banyak juga PNS yang tidak menerima kompensasi kesejahteraan dan karir atas beban kerja yang mereka lakukan). Belum optimalnya pemahaman nilai-nilai yang mesti dianut aparatur negara, terkadang membuat sebagian PNS bertingkah pongah dalam masyarakat dan jauh dari contoh tauladan dalam masyarakat. Dalam pelayanan, bertahun-tahun birokrasi lebih mementingkan seremoni dari pada esensi. Budaya jam karet terus terwarisi dari generasi ke generasi birokrasi membuang waktu dan biaya. Disini, kembali kita perlu meniru jokowi, beranikah anda nanti memberlakukan lelang jabatan bagi PNS tersebut untuk mendapatkan aparat yang berkualitas untuk menujang pelayanan yang lebih baik ?
5. Bapak-bapak yang terhormat..Kota kita berjuluk Serambi Mekah, mentereng, berwibawa sekaligus menanggung beban nama yang berat juga. Tapi apakah prilaku birokrat dan masyarakat kita sudah mencerminkan julukan hebat itu. Saya kira kita bersepakat untuk mengatakan belum. Kulit luar yang kita banggakan selama ini bahwa kesadaran menyeluruh (tanpa perda) bahwa seluruh pegawai wanita, siswa dan pelajar wanita sudah berjilbab dalam kesehariannya selalu kita apung-apungkan. Bagaimana dengan esensinya ? apakah yang berjilbab otomatis pemahaman dan penerapan nilai-nilai keislamannya langsung mantap ? Kita lihat pergaulan remaja sekarang, terkadang sudah melanggar norma kesopanan dan kesusilaan. Bagaimana dengan kesadaran sebagian kaum bapak yang belum tumbuh untuk meramaikan masjid dan masih enteng petantang petenteng dipasar ketika waktu shalat jumat, bagaimana dengan adik-adik dan anak anak kita yang terbiasa ribut dan bercanda dalam masjid. Kami mohon kepada Bapak, kiranya pembangunan karakter dan spiritual jangan sampai tercecer oleh pembangunan fisik.
6. Terakhir, soal pasar..ini paling urgent dan dianggap ujian kepemimpinan Bapak nantinya, bahkan masyarakat menilai siapapun Walikota yang sanggup menuntaskan pembangunan pasar dan memuaskan kehendak banyak pihak, maka tak ada lawan tangguh baginya untuk memimpin diperiode berikutnya. Saya tentunya tidak paham dengan berbagai persoalan yang melingkupi masalah pasar tersebut serta berbagai aspek yang mesti dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan terkait pasar ini. Namun, sebagai representasi negara, seorang kepala daerah tentu mesti berani dan tegas dalam mengambil keputusan. Ketika sebuah keputusan sudah disepakati apalagi disepakati bersama legislatif yang notabene mewakili rakyat maka tidak ada alasan untuk tidak mengeksekusinya. Namun jika proses pembuatan keputusan tidak sempurna,masih banyak hal yang perlu dipertimbangan ternyata luput sehingga menghasilkan kesepakatan yang cacat maka tidak ada salahnya mundur selangkah, bentang tikar diskusi lagi, cari solusi lagi. Jadi dalam persolan ini yang kami harapkan seorang pemimpin yang berempati, mendengar hati nurani namun juga tegas dan berani.
Demikian Surat terbuka ini saya sampaikan kepada Bapak-bapak Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang 2013 – 2018 yang salah satunya akan ditakdirkan Yang Maha Kuasa dalam waktu dekat menjadi pemimpin kami. Mohon Surat ini jangan dipandang menggurui, sok tahu dan sebagainya, karena Bapak-Bapak orang-orang hebat yang tak mungkin kami ajar. tapi anggaplah ini bentuk pengharapan dari seorang warga Padang Panjang . Demikian kami sampaikan, semoga Allah SWT selalu membimbing dan memberkati kita semua, Aamiin..
Padang Panjang, 3 Juli 2013
Salam Hormat RUDY AL FAJRI

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: SURAT TERBUKA UNTUK CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PADANG PANJANG 2013 – 2018
Read More

Selasa, 02 Juli 2013

Hukum Menerima Uang Pilkada


Kalau kita sudah tahu dari mana sumber uang dibagi-bagikan menjelang pilkada itu, maka kita tahu sumbernya adalah kesepakatan haram jadah yang terjadi antara para kandidat dan masing-masing investornya. Saya mengibaratkan kedudukan uang itu hanya beda tipis dengan status uang dari hasil keuntungan jual daging mentah alias bisnis prostitusi di rumah-rumah bordil. Orang bilang sebelas dua belas. Lalu kita dikasih cipratannya, agar kita ikut mendukung bisnis rumah bordil itu. Jadi hukum menerimanya bagaimana? Mudah saja jawabannya : haram, haram dan haram. Kalau dulu ada yang bilang, sudahlah ambil saja uangnya, tetapi jangan pilih orangnya, maka saya bilang bahwa mengambil uangnya saja sudah haram, apalagi pilih orangnya. Kok mengambil uangnya haram? Ya, jelas haram, karena uang itu sebenarnya tidak lain merupakan salah satu dari teknik gratifikasi modern. Kalau dalam gratifikasi konvensional, penguasaha atau investor kasih uang sogokan kepada pejabat yang sudah aktif, maka dalam gratifikasi modern, para investor memberi uang kepada calon pejabat yang nantinya akan menjabat. Sehingga si pejabat itu belum apa-apa sudah hutang budi duluan. Maka mau tidak mau si pejabat harus membuat kebijakan terntentu yang harus menguntungkan para investornya. Lalu apa salah kita menerima uangnya semacam itu? Paling tidak ada lima kesalahan sekaligus yang telah kita lakukan saat menerima bagi-bagi uang dari kandidat. Pertama, kesalahan kita adalah memilih kandidat yang dari awal sudah terikat dengan para investornya. Biaya yang dibenamkan para investor sangat besar, dan kandidat tidak mungkin menutup mata kalau sudah jadi pejabat. Mau tidak mau dia pasti akan bikin kebijakan licik dan terselubung yang pasti harus menguntungkan investornya. Kedua, kalau pun kita hanya ambil uangnya dan tidak pilih orangnya, kita juga tetap salah. Sebab sejak awal kita sudah menipu sang kandidat. Pura-pura mau milih ternyata kita tidak memilih. Ini namanya menipu juga, dan menipu itu haram hukumnya, walau pun yang kita tipu itu sebenarnya maling atau penjahat. Maka makan uangnya penjahat dari hasil kejahatannya termasuk ikut makan uang haram juga. Ketiga, sumber dan asal-usul uang yang dibagi-bagi itu jelas sudah haram, karena bagian dari 'sogokan' prematur, demi membeli sang kandidat. Keempat, kalau kandidat itu kalah dan tidak jadi pejabat, maka dia akan mati berdiri, bahkan akan gantung diri. Sebab hutang-hutagnya berjibun, tidak bisa dibayarkan sampai tujuh turunan. Padahal kita tahu, sebagian dari uang itu sudah kita makan, padahal sumbernya dari hutang si kandidat gagal itu. Kelima, alih-alih kita mengingatkan si kandidat yang melenceng dari kebenaran, ternyata kita malah ikut menikmati uangnya. Dosa kita adalah dosa mendiamkan kebatilan sekaligus menikmati uang kebatilan itu. Alasan Harus Melihat Realita Demi Maslahat Yang Lebih Besar Sebagian orang ada yang menutup mata dan main tabrak saja urusan seperti ini. Alasannya, karena semua kecurangan ini dianggap sudah menjadi 'urf dan realita yang tidak bisa dipungkiri. Jadi yang tadinya haram hukumnya, bisa saja berubah jadi halal. Maka saya melihat ada pihak-pihak tertentu yang seolah-oleh di tangannya ada kunci surga, lalu bermain api untuk menghalalkan segala cara, demi menduduki jabatan yang berlimpah dengan harta. Seolah-olah yang haram itu jadi halal di bawah fatwanya. Kok bisa yang haram berubah jadi halal? Alasannya, karena ada tujuan yang lebih besar dan manfaat yang jauh lebih tinggi, sehingga tidak mengapa kita melakukan hal-hal kecil yang haram, yang penting tujuan besarnya tercapai. Astaghfirullahaladhzim. . . . Inilah yang dinamakan al-ghayatu tubarrirul wasilah, demi mencapai tujuan, maka segala cara jadi halal hukumnya meski pada dasarnya haram. Bayangkan, betapa sesatnya paham dan aliran seperti ini. Padahal maling sendal di masjid saja tahu hukum halal dan haram. Sehingga kalau ada maling sendal ketangkep dan diwawancarai apakah hasil curiannya itu halal atau haram, pasti maling itu bilang haram. Bandingkan dengan kesesatan yang banyak melanda kita tentang haramnya money politik. Kita sering bilang bahwa uang-uang money politik, mahar politik dan tetek bengeknya itu halal, alasanya karena demi mencapai tujuan yang lebih besar. Nasrani itu dijuluki sebagai orang yang tersesat (adh-dhaallin) karena mereka bodoh, lugu dan memang tidak tahu hukum halal-haram. Tetapi yahudi dijuluki sebagai kaum yang dimurkai (al-maghdhubi 'alaihim), bukan karena mereka tidak tahu, tetapi justru karena mereka sudah tahumana halal dan mana haram, tetapi mereka mengubah fatwanya, dari yang haram jadi halal. Maka dosa mengubah fatwa hukum yang haram menjadi halal itu sangat besar. TIdak ada apa-apanya dibandingkan dengan dosa orang yang pada dasarnya tidak tahu halal-haram. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun . . . Ada satu lagi santri yang nyeletuk,"Ustadz, ada yang berfatwa bahwa semua uang-uang itu halal katanya. Sebab bisa diqiyaskan harta rampasan perang, ghanimah atau fa'i gitu". Sempurna sudah kesesatannya!! Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, oleh : Ahmad Sarwat, Lc., MA

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Hukum Menerima Uang Pilkada
Read More

Minggu, 30 Juni 2013

Permana Benny Untuk Pilkada Padangpanjang

      Pemilih Cerdas dan Non Cerdas nilai suaranya sama  "One Voice, One Vote".  Jadi tidak perlulah diperuncing masalah cerdas Tidak cerdas ini.
      Apalagi dijadikaan Klaim kejemawaan sepihak atau sebagai serangan senyap tendensius terhadap kubu di luar kelompok sendiri.
      Saya hanya khawatir, sekiranya Kecerdasan ini dihilangkan dari kriteria kelayakan Kandidat dan Pemilih, apalagi sampai dikuatkan oleh peraturan KPUD, kita semua akan "kalimpasiangan" (kebingungan) dalam menentukan Pilihan karena hilang subyek dan obyektifitas.
      Saya Haqul Yaqin ke 5 pasang kandidat ini adalah mereka-mereka yang Cerdas. Sebagian mengisi dan memiliki kecerdasan bidang ilmu yang luput dari disiplin pengetahuan sebagian yang lain.
          Sukses untuk BA 1 N. Sukses untuk seluruh warga Padang Panjang Tercinta.




Link :  Permana Benny

Rating: 4.5
Posting: Unknown
Judul: Permana Benny Untuk Pilkada Padangpanjang
Read More